Fenomena Langka 2039: Umat Islam Rayakan 3 Hari Raya dalam Satu Tahun

Tahun 2039 diperkirakan akan menjadi salah satu tahun yang sangat unik dalam kalender Islam. Dalam satu tahun Masehi, umat Islam berpotensi merayakan tiga kali hari raya, yaitu dua kali Idul Adha dan satu kali Idul Fitri.

Tidak hanya itu, rangkaian ibadah Haji dari dua tahun Hijriah yang berbeda juga diperkirakan berlangsung dalam tahun Masehi yang sama.

Fenomena langka ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan peredaran Bulan, sedangkan kalender Masehi menggunakan sistem tahun Matahari.

Perbedaan panjang kedua kalender tersebut membuat tanggal-tanggal Islam terus bergeser lebih awal sekitar 10–11 hari setiap tahunnya dalam kalender Masehi.

Dua Musim Haji dalam Satu Tahun Masehi

Berdasarkan proyeksi kalender Umm al-Qura, pelaksanaan Haji pertama pada 2039 diperkirakan berlangsung pada awal Januari.

Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1460 H diperkirakan jatuh pada 4 Januari 2039, sedangkan 10 Zulhijah 1460 H atau Idul Adha diperkirakan jatuh pada 5 Januari 2039.

Rangkaian hari-hari Haji kemudian berlangsung hingga sekitar 8 Januari 2039.

Menariknya, pada penghujung tahun yang sama, musim Haji berikutnya akan kembali tiba.

9 Zulhijah 1461 H diperkirakan jatuh pada 25 Desember 2039, sedangkan 10 Zulhijah 1461 H atau Idul Adha diperkirakan jatuh pada 26 Desember 2039.

Dengan demikian, dua rangkaian ibadah Haji dari 1460 H dan 1461 H diperkirakan memiliki hari-hari utama yang berlangsung dalam satu tahun Masehi, yaitu 2039.

Bagaimana Bisa Terjadi?

Kalender Hijriah memiliki 12 bulan dengan panjang sekitar 354 hari, sedangkan satu tahun Masehi memiliki sekitar 365 hari.

Artinya, satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan tahun Masehi. Akibatnya, bulan-bulan Islam terus bergerak lebih awal dalam kalender Masehi.

Dalam siklus sekitar 33 tahun, bulan-bulan Hijriah akan melewati hampir seluruh musim dalam kalender Masehi.

Pada 2039, pergeseran tersebut menghasilkan kondisi yang sangat tidak biasa. Bulan Zulhijah muncul dua kali dalam rentang tahun Masehi yang sama.

Zulhijah pertama dimulai pada penghujung 2038 dan hari-hari utama Hajinya berlangsung pada Januari 2039. Sementara Zulhijah berikutnya berlangsung pada akhir 2039 dan membawa musim Haji kedua pada bulan Desember.

Tiga Kali Hari Raya dalam 2039

Keunikan kalender 2039 tidak berhenti pada dua musim Haji.

Umat Islam juga diperkirakan akan merayakan tiga hari raya dalam tahun Masehi tersebut.

Urutannya adalah:

  • 5 Januari 2039 — Idul Adha, 10 Zulhijah 1460 H
  • 19 Oktober 2039 — Idul Fitri, 1 Syawal 1461 H
  • 26 Desember 2039 — Idul Adha, 10 Zulhijah 1461 H

Dengan demikian, masyarakat Muslim akan memasuki tahun 2039 dengan Idul Adha, kemudian merayakan Idul Fitri pada Oktober, dan kembali merayakan Idul Adha pada Desember.

Mengapa Idul Fitri Hanya Sekali?

Meskipun ada dua kali Zulhijah dalam tahun 2039, bukan berarti seluruh bulan Hijriah akan muncul dua kali dalam tahun tersebut.

Idul Adha pertama berkaitan dengan Zulhijah 1460 H, yang awal bulannya sudah dimulai pada Desember 2038. Karena itu, Idul Adha dari Zulhijah tersebut jatuh pada Januari 2039.

Sementara Idul Fitri pada Oktober 2039 merupakan penanda berakhirnya Ramadan 1461 H.

Setelah itu, Zulhijah 1461 H tiba pada Desember dan kembali menghasilkan Idul Adha pada akhir tahun.

Dua Haji, tetapi Bukan Dua Haji dalam Satu Tahun Hijriah

Fenomena ini penting dipahami dengan tepat.

Meskipun masyarakat dunia akan melihat dua rangkaian Haji dalam kalender Masehi 2039, tidak ada satu tahun Hijriah yang memiliki dua musim Haji.

Haji pertama merupakan bagian dari tahun 1460 H, sedangkan Haji kedua merupakan bagian dari tahun 1461 H.

Jadi, dua musim Haji tersebut berasal dari dua tahun Hijriah yang berbeda, tetapi hari-hari utamanya kebetulan sama-sama berada dalam tahun Masehi 2039.

Fenomena Kalender yang Pernah Terjadi

Pergeseran kalender Hijriah juga dapat menghasilkan fenomena unik lainnya.

Tahun 2030, misalnya, diperkirakan akan menjadi tahun ketika awal Ramadan muncul dua kali dalam satu tahun Masehi. Ramadan pertama diperkirakan dimulai pada Januari, sementara Ramadan berikutnya diperkirakan dimulai pada Desember.

Namun, Ramadan kedua tersebut akan berlanjut hingga 2031 sehingga Idul Fitri dari Ramadan kedua tidak jatuh pada 2030.

Kondisinya berbeda dengan 2039 karena pada tahun tersebut dua rangkaian hari utama Haji justru sama-sama berada dalam satu tahun Masehi.

Apakah Tanggal 2039 Sudah Pasti?

Belum.

Tanggal-tanggal tersebut merupakan proyeksi berdasarkan kalender Umm al-Qura, bukan pengumuman resmi untuk pelaksanaan Haji 2039.

Dalam penetapan kalender Islam, terdapat kemungkinan perbedaan satu hari karena metode perhitungan kalender dan penetapan awal bulan berdasarkan pengamatan hilal.

Karena itu, tanggal 5 Januari dan 26 Desember 2039 untuk Idul Adha sebaiknya dipahami sebagai tanggal yang diproyeksikan, bukan tanggal resmi yang sudah ditetapkan.

Pemerintah Arab Saudi nantinya akan mengumumkan tanggal resmi terkait pelaksanaan Haji dan Idul Adha ketika waktunya semakin dekat.

2039, Tahun dengan Fenomena Kalender yang Langka

Jika proyeksi tersebut tetap sesuai, tahun 2039 akan menjadi tahun yang sangat menarik dalam kalender Islam.

Dalam satu tahun Masehi, umat Islam akan mengalami urutan:

Januari — Idul Adha
Oktober — Idul Fitri
Desember — Idul Adha

Pada tahun yang sama, hari-hari utama dari dua musim Haji, masing-masing untuk tahun Hijriah 1460 H dan 1461 H, juga akan berlangsung.

Fenomena tersebut bukan karena perubahan aturan Haji ataupun penambahan jumlah musim Haji, melainkan akibat perbedaan panjang antara kalender Hijriah dan kalender Masehi.

Dengan kata lain, 2039 bukan memiliki dua Haji dalam satu tahun Hijriah, tetapi dua musim Haji dari dua tahun Hijriah berbeda yang kebetulan berlangsung dalam satu tahun Masehi.

Artikel yang Direkomendasikan