10 Negara dengan Kuota Haji 2027 Terbesar, Indonesia Capai 221 Ribu Jemaah

10 Negara dengan Kuota Haji 2027 Terbesar, Indonesia Masih di Posisi Teratas

Persiapan penyelenggaraan Haji 2027 atau 1448 Hijriah mulai memasuki tahap penting. Sejumlah negara telah memperoleh angka alokasi jemaah untuk musim haji mendatang, sementara beberapa negara lainnya masih menggunakan angka kuota tahun sebelumnya sebagai acuan sampai daftar kuota lengkap dari Arab Saudi tersedia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian besar karena memiliki jumlah kuota jemaah yang sangat besar. Untuk sementara, angka 221.000 jemaah masih digunakan pemerintah Indonesia sebagai acuan dalam mempersiapkan penyelenggaraan Haji 2027.

Lantas, negara mana saja yang memiliki kuota Haji 2027 terbesar?

Daftar 10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar

Berikut daftar negara dengan jumlah kuota yang tercantum dalam data terbaru yang tersedia. Status angka dapat berbeda antara kuota yang telah dikonfirmasi dan angka yang masih menjadi acuan sementara.

Daftar 10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar

1. Indonesia – 221.000 Jemaah

Indonesia berada di posisi teratas dalam daftar negara dengan kuota jemaah haji terbesar.

Untuk Haji 2027, pemerintah Indonesia masih menggunakan angka 221.000 jemaah sebagai acuan persiapan. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menjelaskan bahwa angka tersebut digunakan berdasarkan dokumen timeline persiapan yang diterima dari otoritas Arab Saudi.

Namun, penting dicatat bahwa pada saat pernyataan tersebut disampaikan, angka 221.000 belum dituangkan sebagai kuota final secara resmi oleh otoritas Arab Saudi. Karena itu, angka tersebut lebih tepat disebut sebagai acuan sementara sampai penetapan resmi tersedia.

Jumlah ini sama dengan kuota Indonesia pada 2025 dan menjadi dasar pemerintah untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan Haji 2027.

2. Pakistan – 179.210 Jemaah

Pakistan menempati posisi kedua dengan kuota sekitar 179.210 jemaah.

Untuk Haji 2027, Pakistan telah memperoleh alokasi tersebut dan pemerintahnya juga mulai mempersiapkan penyelenggaraan haji melalui kebijakan jangka panjang.

Besarnya kuota Pakistan menunjukkan tingginya jumlah umat Islam yang menunggu kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dari negara tersebut.

3. India – 175.025 Jemaah

India berada di posisi ketiga dengan angka 175.025 jemaah.

Pemerintah India telah mengumumkan Haj Policy 2027 dan membuka proses pendaftaran calon jemaah. Kementerian Urusan Minoritas India menyebut pembagian kuota antara Haj Committee of India dan sektor swasta tetap menggunakan skema 70:30, dengan 122.518 kursi untuk Haj Committee of India dan 52.507 untuk sektor swasta.

India juga masih berupaya memperoleh tambahan kuota untuk memenuhi tingginya permintaan calon jemaah.

4. Iran – 87.550 Jemaah

Iran berada di urutan berikutnya dengan angka 87.550 jemaah.

Jumlah tersebut menempatkan Iran sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di kawasan Timur Tengah.

5. Türkiye – 84.942 Jemaah

Türkiye tercatat memiliki angka kuota sekitar 84.942 jemaah.

Dengan jumlah tersebut, Türkiye termasuk salah satu negara dengan kuota haji terbesar di dunia dan berada tidak jauh di bawah Iran.

6. Bangladesh – 78.500 Jemaah

Bangladesh mendapatkan kuota 78.500 jemaah untuk Haji 2027.

Angka ini telah digunakan dalam proses pendaftaran calon jemaah Bangladesh. Pemerintah Bangladesh menjadwalkan pendaftaran Haji 2027 dan menyampaikan bahwa setelah proses pendaftaran selesai, jumlah final jemaah akan dikomunikasikan kepada otoritas Arab Saudi.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa Bangladesh sudah memasuki tahapan persiapan yang cukup konkret untuk musim haji mendatang.

7. Nigeria – 50.000 Jemaah

Nigeria memiliki alokasi 50.000 jemaah untuk Haji 2027.

Angka ini telah mendapat penegasan dari National Hajj Commission of Nigeria (NAHCON). Kuota tersebut terdiri dari 35.000 slot untuk pemerintah negara bagian dan Federal Capital Territory (FCT) serta 15.000 slot untuk penyelenggara haji swasta berlisensi.

Nigeria sebelumnya mengajukan permintaan tambahan kuota kepada Arab Saudi. Namun, permintaan tersebut tidak disetujui, sehingga total alokasi untuk Haji 2027 tetap berada di angka 50.000 jemaah.

8. Ethiopia – 43.000 Jemaah

Ethiopia tercantum dengan angka sekitar 43.000 jemaah.

Angka ini perlu diperhatikan sebagai angka acuan sampai seluruh daftar kuota negara untuk Haji 2027 dipastikan dan diumumkan secara lengkap.

9. Aljazair – 41.300 Jemaah

Aljazair berada di urutan kesembilan dengan angka 41.300 jemaah.

Angka tersebut juga tercatat dalam pelaksanaan haji Aljazair pada 2026 dan menjadi salah satu angka yang digunakan sebagai acuan dalam daftar Haji 2027.

10. Mesir – 35.375 Jemaah

Mesir melengkapi daftar 10 negara dengan kuota terbesar dengan angka 35.375 jemaah.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran negara-negara dengan populasi Muslim besar dalam penyelenggaraan haji setiap tahun.

Mengapa Kuota Haji Setiap Negara Berbeda?

Kuota haji setiap negara tidak sama. Salah satu dasar historis pembagian kuota adalah kesepakatan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan prinsip yang secara umum berkaitan dengan jumlah penduduk Muslim.

Namun, penyelenggaraan haji juga melibatkan berbagai aspek teknis, termasuk kapasitas pelayanan di Arab Saudi, kesiapan akomodasi, transportasi, pengelolaan jemaah, serta ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Karena itu, angka kuota yang muncul dalam pemberitaan pada tahap awal persiapan perlu dibedakan antara kuota yang telah dikonfirmasi dan angka acuan sementara.

Indonesia Masih Menunggu Penetapan Final

Bagi calon jemaah haji Indonesia, angka 221.000 jemaah menjadi angka penting untuk diperhatikan.

Pemerintah Indonesia telah menggunakan angka tersebut sebagai dasar persiapan awal Haji 2027. Menteri Haji dan Umrah RI juga menyampaikan bahwa kuota tersebut dapat menjadi acuan sambil menunggu penetapan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Artinya, calon jemaah sebaiknya tidak langsung menganggap setiap angka yang beredar sebagai keputusan final. Informasi mengenai kuota, pendaftaran, pelunasan, visa, jadwal keberangkatan, serta ketentuan lainnya dapat mengalami pembaruan mengikuti keputusan resmi.

Perkembangan Kuota Haji 2027 Perlu Terus Dipantau

Musim Haji 2027 masih dalam tahap persiapan. Sejumlah negara sudah bergerak berdasarkan alokasi yang tersedia, sedangkan negara lainnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan konfirmasi akhir.

Di Nigeria, misalnya, pemerintah telah menerima kepastian kuota 50.000 setelah permintaan tambahan tidak disetujui Arab Saudi. Sementara Bangladesh telah menggunakan angka 78.500 dalam proses pendaftaran Haji 2027.

Bagi calon jemaah dari Indonesia, informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI serta otoritas Arab Saudi tetap menjadi rujukan utama.

Calon jemaah juga perlu mengikuti informasi resmi terkait sistem digital Nusuk, karena berbagai tahapan pelayanan dan pengelolaan perjalanan haji semakin terintegrasi dengan sistem digital yang digunakan Arab Saudi.

Daftar Kuota Haji 2027 Masih Bisa Mengalami Pembaruan

Perlu ditegaskan bahwa daftar di atas merupakan gambaran kuota berdasarkan informasi yang tersedia hingga September 2026. Tidak semua angka memiliki status yang sama.

Untuk Indonesia, misalnya, angka 221.000 masih menjadi acuan pemerintah berdasarkan dokumen persiapan, sementara kuota final dari Arab Saudi belum diumumkan dalam bentuk angka resmi pada saat informasi tersebut disampaikan.

Karena itu, pembaruan resmi tetap perlu ditunggu sebelum angka tersebut dianggap sebagai daftar final seluruh negara.

Bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan keberangkatan Haji 2027, mengikuti informasi dari kementerian/otoritas haji masing-masing negara dan kanal resmi Arab Saudi merupakan langkah penting agar tidak tertinggal perubahan jadwal maupun ketentuan.

Kesimpulan

Indonesia untuk sementara masih menjadi negara dengan acuan kuota Haji 2027 terbesar, yaitu 221.000 jemaah, disusul Pakistan dengan 179.210 dan India dengan 175.025 jemaah.

Di sisi lain, proses penetapan dan pengelolaan kuota Haji 2027 masih terus berjalan. Beberapa negara telah memperoleh kepastian alokasi, sementara sebagian lainnya masih menggunakan angka acuan dari alokasi terbaru.

Bagi calon jemaah, perkembangan kuota bukan hanya soal jumlah kursi keberangkatan. Kuota tersebut akan berkaitan dengan proses pendaftaran, penyusunan daftar jemaah, pelayanan di Tanah Suci, hingga berbagai persiapan teknis menuju musim Haji 1448 H/2027 M.

Artikel yang Direkomendasikan