Keluarga Lobmeyr, Perancang Lampu Kristal Megah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Kemegahan interior Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunan dan ornamen khas Islam.
Di dalam kedua masjid suci tersebut juga terdapat lampu-lampu kristal berukuran besar yang menjadi bagian penting dari keindahan interiornya.
Di balik pembuatan sejumlah lampu kristal tersebut terdapat perusahaan asal Austria, J. & L. Lobmeyr, yang memiliki sejarah panjang dalam dunia kerajinan kristal dan desain lampu gantung.
Empat Generasi Keluarga Rath Memimpin Lobmeyr
Hans Harald Rath lahir di Wina, Austria, pada 1904. Pada 1938, ia mengambil alih kepemimpinan perusahaan keluarga J. & L. Lobmeyr dan menjadi generasi keempat keluarga Rath yang memimpin perusahaan tersebut.
Hans Harald Rath kemudian dikenal luas melalui berbagai rancangan lampu gantung berbahan kristal. Di bawah kepemimpinannya, Lobmeyr berkembang menjadi salah satu pemasok utama perlengkapan pencahayaan untuk kawasan Timur Tengah.
Desain yang dibuat khusus untuk pasar Timur Tengah ternyata juga mendapat perhatian di Eropa dan kemudian menjadi populer di berbagai negara.
Hans Harald Rath meninggal dunia pada 1968. Setelah itu, pengelolaan toko utama Lobmeyr di Kärntner Straße, Wina, dilanjutkan oleh ketiga putranya, yaitu Harald, Peter, dan Stefan Rath. Mereka menjadi generasi kelima keluarga Rath yang meneruskan bisnis tersebut.
Lobmeyr Memperluas Bisnis Lampu Gantung
Perkembangan besar Lobmeyr terjadi pada 1972 ketika perusahaan tersebut mengakuisisi beberapa produsen lampu gantung yang lebih kecil di Wina.
Salah satunya adalah Jos. Zahn & Co., perusahaan yang telah berdiri sejak 1780. Akuisisi tersebut memperluas kemampuan teknis sekaligus memperkaya keahlian desain yang dimiliki bengkel-bengkel Lobmeyr.
Sejak saat itu, Lobmeyr mulai menerima pesanan lampu gantung berukuran besar dari berbagai penjuru dunia.
Pada periode yang sama, Lobmeyr juga membuka cabang di Salzburg dan menjadi distributor Austria untuk merek porselen Herend. Sementara itu, Peter Rath dipercaya menangani produksi lampu gantung.
Berbagai proyek besar kemudian dikerjakan perusahaan tersebut, termasuk pengiriman lampu untuk Kremlin di Moskow, Kennedy Center Opera House di Washington, serta sejumlah istana kerajaan di Arab Saudi.
Merancang Lampu untuk Masjidil Haram
Hubungan Lobmeyr dengan proyek-proyek di dunia Islam semakin berkembang pada 1975.
Pada tahun tersebut, Stefan Rath mempelajari sejumlah lampu dan ornamen asli dari Mesir sebelum memperkenalkan rancangan lampu gantung untuk Masjidil Haram di Makkah.






Rancangan tersebut menggabungkan unsur dekorasi tradisional Islam dengan keahlian Lobmeyr dalam mengolah kristal khas Wina.
Kehadiran Lobmeyr dalam proyek Masjidil Haram menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan perusahaan tersebut dalam mengerjakan proyek pencahayaan berskala besar di Timur Tengah.
Lebih dari 140 Lampu Kristal untuk Masjid Nabawi
Proyek Lobmeyr di Masjid Nabawi, Madinah, kemudian menjadi salah satu proyek lampu gantung terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.
Pada 1987, perancang dan arsitek Mohammad Kamal Ismail mempercayakan Peter Rath untuk memasok lebih dari 140 lampu gantung bagi Masjid Nabawi. Proyek tersebut dikerjakan di bawah arahan Harald Rath.
Pengerjaan proyek terutama berlangsung sepanjang dekade 1980-an. Peter Rath bekerja sama dengan Joseph Hajjar, desainer utama dari Dar Al-Handasah.





Lampu-lampu tersebut dirancang dengan memadukan motif tradisional Islam dan keterampilan pembuatan kristal yang telah menjadi keahlian Lobmeyr selama bertahun-tahun.
Jumlahnya yang mencapai lebih dari 140 unit membuat proyek tersebut dipercaya sebagai salah satu, bahkan diyakini sebagai pesanan lampu gantung terbesar pada abad ke-20.
Perpaduan Seni Islam dan Kerajinan Kristal Austria
Lampu-lampu yang dibuat Lobmeyr untuk Masjid Nabawi bukan sekadar perangkat penerangan. Desainnya menjadi bagian dari dekorasi interior masjid yang memadukan tradisi arsitektur Islam dengan teknik kerajinan kristal dari Wina.
Penggunaan motif-motif Islam pada desain lampu memberikan keselarasan dengan karakter arsitektur Masjid Nabawi, sementara kristal dan pengerjaannya memberikan kesan mewah serta elegan.
Proyek tersebut juga menunjukkan bagaimana keahlian kerajinan dari Eropa dapat dipadukan dengan kebutuhan estetika dan arsitektur bangunan Islam.
Masih Menerangi Masjid Nabawi
Menariknya, lampu-lampu kristal tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah pembangunan Masjid Nabawi.
Lampu-lampu yang dipasang sekitar 35 tahun lalu itu masih menghiasi dan menerangi interior Masjid Nabawi hingga saat ini.
Keberadaannya menjadi bukti ketahanan desain dan kualitas pengerjaan yang telah dilakukan oleh para pengrajin Lobmeyr.
Dari Wina hingga Madinah, perjalanan keluarga Rath dan J. & L. Lobmeyr memperlihatkan sebuah perpaduan menarik antara tradisi kerajinan kristal Austria dan seni arsitektur Islam.
Lampu-lampu tersebut kini menjadi bagian dari pemandangan interior Masjid Nabawi yang dinikmati jutaan jamaah dari seluruh dunia.

