Pintu Masjidil Haram menjadi informasi penting yang perlu diketahui setiap jamaah umroh dan haji.
Dengan luas kompleks Masjidil Haram yang mencapai ratusan ribu meter persegi dan memiliki banyak akses masuk, mengenali pintu utama akan memudahkan jamaah menuju Ka’bah, area Mataf, maupun menentukan titik pertemuan dengan rombongan.
Untungnya, ada cara mudah untuk mengenali lima pintu utama Masjidil Haram. Kelima pintu tersebut memiliki ciri khas berupa dua menara yang menjulang tinggi di atas pintu masuknya, sehingga mudah dikenali dari kejauhan.

5 Pintu Utama Masjidil Haram
1. King Abdul Aziz Gate (Pintu 1)
King Abdul Aziz Gate merupakan pintu utama Masjidil Haram yang berada di sisi barat kompleks masjid. Dari pintu inilah seluruh sistem penomoran pintu Masjidil Haram dimulai.
Gerbang ini sangat mudah dikenali karena memiliki dua menara setinggi sekitar 137 meter yang terlihat dari berbagai penjuru kawasan Makkah.
Dinamai sesuai pendiri Kerajaan Arab Saudi modern, pintu ini memiliki lorong yang sangat luas serta jalur landai (ramp) yang mampu menampung ribuan jamaah sekaligus.
Karena lokasinya dekat dengan kawasan Ajyad, pintu ini menjadi salah satu akses favorit jamaah umroh yang hendak menuju area Mataf untuk melaksanakan thawaf.
2. Bab Al-Fath (Pintu 45)
Bab Al-Fath atau Pintu Kemenangan terletak di sisi utara Masjidil Haram.
Nama “Al-Fath” diambil untuk mengenang peristiwa Fathu Makkah, yaitu penaklukan Kota Makkah secara damai oleh Rasulullah SAW.
Pintu ini juga memiliki dua menara setinggi 137 meter.
Karena letaknya dekat dengan jalur Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, pintu ini banyak dipilih jamaah yang akan melaksanakan atau menyelesaikan ibadah sa’i. Pada saat kondisi tidak terlalu padat, arus keluar-masuk melalui pintu ini relatif lebih lancar.
3. Bab Al-Umrah (Pintu 62)
Bab Al-Umrah berada di sisi barat Masjidil Haram dan menjadi salah satu pintu yang paling sering digunakan oleh jamaah umroh.
Pintu ini memiliki dua menara setinggi sekitar 137 meter yang menjadi penanda bagi jamaah yang datang dari arah Masjid Tan’im (Masjid Aisyah), tempat banyak jamaah mengambil miqat umroh.
Nama Bab Al-Umrah berasal dari fungsi utamanya sebagai pintu masuk bagi jamaah yang akan memulai rangkaian ibadah umroh.
Lorong yang luas memudahkan jamaah menuju Ka’bah untuk melaksanakan thawaf. Pada bulan Ramadhan, pintu ini menjadi salah satu akses tersibuk menjelang salat Tarawih.
4. King Fahad Gate (Pintu 79)
King Fahad Gate berada di sisi selatan Masjidil Haram dan diberi nama sesuai Raja Fahad bin Abdul Aziz yang memimpin salah satu proyek perluasan terbesar Masjidil Haram.
Pintu ini memiliki dua menara setinggi sekitar 98 meter.
Lokasinya sangat strategis bagi jamaah yang menginap di kawasan Misfalah maupun Ajyad.
Selain itu, pintu ini dilengkapi eskalator dan lift sehingga lebih nyaman digunakan oleh lansia, penyandang disabilitas, maupun jamaah yang menggunakan kursi roda.
5. King Abdullah Gate (Pintu 100)
King Abdullah Gate merupakan pintu utama terbaru yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz.
Pintu ini berada di sisi timur laut Masjidil Haram dan memiliki dua menara setinggi sekitar 135 meter.
Selain desain arsitektur modern yang tetap selaras dengan bangunan utama masjid, pintu ini juga dilengkapi sistem pendingin serta teknologi pengaturan arus jamaah untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pintu ini menjadi akses utama bagi jamaah yang menginap di kawasan Al-Shamiyyah yang terus berkembang.
Manfaat Mengenali Pintu Utama Masjidil Haram
Bagi jamaah yang baru pertama kali datang ke Masjidil Haram, mengenali lima pintu utama ini akan sangat membantu saat:
- Menentukan lokasi bertemu dengan rombongan.
- Mencari jalan keluar setelah salat.
- Menuju area Mataf untuk thawaf.
- Menghindari kebingungan di tengah padatnya jamaah.
Nomor pintu utama disusun mengelilingi Masjidil Haram, yaitu 1, 45, 62, 79, dan 100, sehingga dapat dijadikan patokan untuk menentukan arah.
Pintu Terbaik Menuju Area Thawaf (Mataf)
Apabila tujuan Anda adalah menuju area thawaf di sekitar Ka’bah, berikut pintu yang paling sering digunakan jamaah:
- Pintu 1 – King Abdul Aziz Gate
- Pintu 45 – Bab Al-Fath
- Pintu 62 – Bab Al-Umrah (beberapa referensi menyebut Pintu 63 sebagai akses yang berdekatan pada area perluasan)
- Pintu 79 – King Fahad Gate
- Pintu 100 – King Abdullah Gate (Area Perluasan Baru)
Di antara kelima pintu tersebut, Pintu 1 (King Abdul Aziz Gate) dan Pintu 79 (King Fahad Gate) menjadi pilihan favorit karena menawarkan akses yang relatif lebih cepat dan mudah menuju area Mataf.
Semoga informasi ini membantu Anda mengenali pintu-pintu utama Masjidil Haram sehingga perjalanan ibadah umroh maupun haji menjadi lebih nyaman dan lancar. Semoga Allah Subhanahuwataala menerima ibadah umroh, dan seluruh amal ibadah kita. Aamiin.
Catatan: Sistem nomor gerbang Masjidil Haram saat ini mengikuti penomoran resmi yang digunakan oleh pengelola Masjidil Haram. Beberapa buku panduan atau artikel lama mungkin menampilkan nomor atau nama gerbang yang berbeda karena menggunakan sistem penomoran sebelum proyek perluasan masjid.

